Tozzy Modification

Standar Tengah Patah? Di-LEMBIRU … atau …?

Februari 27, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Reparasi-Standar-1

Apa yang selama ini cuma pernah gw denger dialami oleh Bro-bro lainnya, akhirnya kejadian juga sama gw :( .
Setelah delapan tahun si macan hitam setia menemani, akhirnya standar tengahnya patah juga (lihat pic 1).

Benda ini sebenernya sih penting gak penting juga. Kalo berfungsi normal jelas membantu pada saat parkir, kalo rusak pun yaa gak terlalu mengganggu urusan numpak motor …. :)
Sempet bingung, antara beli baru … atau direparasi (di-las listrik). Harga (HET) standar tengah baru di AHASS = Rp 91.000,-. Cukup terjangkau sih sebenernya, apalagi kalo bisa awet sampai tahunan. Iya, nggak? Tapi kenapa gak coba direparasi aja? Toh biayanya gak seberapa. Jadi kalo nantinya gagal pun, ya gak terlalu nyuesel. Yang penting, rasa penasaran bisa terobati :) . Karena pernah denger ada yang menyarankan untuk ganti baru, sementara ada juga yang bilang di-las aja.

Akhirnya gw putusin untuk di-las. Toh ada workshop tempat selama ini bikin braket. Kualitas hasil lasnya terbukti awet sampai tahunan (lho, kok jadi promosi diri sendiri … :D ).

Back 2 topic, akhirnya gw bawalah si hitam ke workshop.
Sebelum dibongkar, gw pastiin dulu, apa hasil lasnya bakal awet atau nggak? Dan gw diyakinkan , “Iya!”. Bahkan gw ditanya, “Mau di tambal … atau mau dipotong (disambung dengan pipa baru)?”.
Jawaban gw simpel aja, “Yang paling bagus gimana?” ;D
“Dua-duanya dijamin kuat”.
Hmmm … “Yang paling cepet ngerjainnya yang mana?” :D
“Ditambal”.
Oke. Maka gw pilih alternatif pertama, yaitu ditambal.

Kembali, ini lebih ke mencoba menjawab rasa penasaran gw aja. Kalo ternyata dengan proses penambalan ini gagal, ya dicoba alternatif kedua (potong-sambung pipa). Kalo masih gagal juga …? Tinggal ke AHASS aja :)

Selanjutnya, mulailah proses penambalan tersebut. Mulai dari besi bekas patahan dipanaskan, diketok-ketok, hingga ditambal (lihat pic 2, pic 3 dan pic 4). Kelarlah prosesi reparasi ‘patah tulang’ kaki si hitam :)

Tapi gw gak mau ambil resiko. Langsung gw naikin (dalam posisi standar tengah terpasang), trus gw ‘ajut-ajutan’ di atasnya. So far … so gooood. Semoga bakal awet, ngalahin keawetan tiger tahun 2005 punya temen, yang udah 2 kali beli standar tengah … dan dua-duanya dengan sukses patah gak lama setelah dipakai …. ;)

Baidewei, karena shock belakang udah ditinggi-in pake anting peninggi shock, gw tambahin penahan berupa besi – untuk yang ini, biar simpel, gw pake laher bekas – di bagian tengah standar (lihat pic 5). Fungsinya, supaya standar tengah tersebut gak bersentuhan dengan rantai pada saat lagi jalan ….

Reparasi-Standar-2 Reparasi-Standar-3 Reparasi-Standar-4 Reparasi-Standar-5

Kategori: TipS en TriK
Tagged: , , , , , , , , , ,

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.